Rabu, 22 September 2010

Mencoba Mensukuri Nikmat

  • Kita bisa tetap selalu menempat rumah kita harus  rajin membayar pajak,karena itu menunjukkan kita masih mempunyai hak menempatinya.
  • Kita diberi tubuh yang lengkap, karena itu kita manusia sempurna.
  • Kita dapat melihat pemandangan yang indah diluar sana, itu karena kita masih dibolehkan untuk melihat.
  • Kita dapat menghirup udara segar, itu juga karena kita masih di perbolehkan untuk bernafas.
  • Kita dapat  mendengan jam dering yang kita pasang, menunjukkan bahwa kita masih diberi umur panjang oleh yang kuasa.
  • Dan kita dapat membuat blog ini, karena kita terpilih untuk mewakili sekolah kita.


Kebiasaan Tidak Baik

Kebiasaan tidak baik

Dizaman sekarang dari anak muda sampai orang tua hanya dalam sekejap dapat memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tidak layak diperihatkan. Contoh mereka memperbanyak video yang di rancang oleh sutradara-sutradara liar. Dari kebenaran yang ada mereka olah menjadi ketidak benaran yang mereka simpan. Seringkali kebenaran hanya terlihat  dari kata-katanya saja, dan anggapan orang tentang itu bahwa mereka seringkali bertindak salah meskipun itu benar. Dengan demikian segala kebenaran selalu dihubungkan dengan keadaan yang adanya perilaku orang itu sendiri
Pada bidang ilmu-ilmu sosial, kebenaran diperoleh melalui berbagai penelitian khusus, analisis, dan pengamatan lapangan dalam komunitas masyarakat

Kebenaran [ajaran-ajaran] agama-agama, muncul dari pemahaman iman yang mendatangkan penerimaan dan pengakuan terhadap ajaran agama, sebagai perintah dan peraturan Ilahi. Biasanya kebenaran [ajaran-ajaran] agama-agama telah menjadi suatu pernyataan  yang tidak memerlukan pembuktian.

Dengan demikian, pada hakekatnya, kebenaran mempunyai dimensi manusiawi dan Ilahi.
Dimensi manusiawinya adalah bersifat moral, etika, hukum, serta berhubungan dengan pembuktian-pembuktian iptek, menyangkut bidang eksata maupun sosial.

Mencoba Bersabar

BERSABAR
Salah satu sifat yang harus dimiliki oleh seorang muslim adalah sabar taktala mendapatkan ujian atau musibah dari Allah SWT. Ujian yang diberikan oleh Allah kepada hambanya beragam macamnya.

(QS. al-Baqarah [02]: 155-157).
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.( yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”

(QS. Al-Ankabut [29]: 2-3).
Ujian itu diberikan oleh Allah SWT sebagai salah satu cara untuk mengetahui kadar keimanan seseorang. “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.”
Sikap seperti ini lah yang harus dimiliki oeleh para muslim  yakinlah bahwa jika mereka menerima musibah itu dengan ikhlas dan tabah, maka pasti ujian itu akan menjadi penyebab Allah menghapus  kesalahan-kesalahannya di hari kiamat. Tentu, bagi mereka yang meninggal semoga amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT.